Stasiun di Kabupaten Barru
Tahap pertama pembangunan jalur rel kereta api rute Makassar-Parepare, akan menggunakan 16 stasiun.
Enam belas titik stasiun itu yakni stasiun Makassar New Port, Parangloe, Mandai, Maros, Rammang-ramang, Pangkajene, Labakkang, dan stasiun Ma’rang.
Lanjut di stasiun Mandale, Tanete Rilau, Barru, Takalasi, Mangkoso, Palanro, Lampue dan terakhir di Soreang.
Kabupaten Barru secara administrative merupakan wilayah yang panjang.
Jika kita tengok di peta Kabupaten Barru terlihat bahwa luas wilayah tersebut memanjang, dari ujung kabupaten pangkep ke ujung Kota Parepare.

Apabila dilalui dengan kendaraan bermotor menggunakan kecepatan 90 kilometer per jam, maka dibutuhkan waktu tempuh 1 jam untuk dapat ketemu ujung satu dan ujung lainnya.
Itu artinya panjang Kabupaten Barru yang dilewati kendaraan lintas provinsi sekitar 70-80 kilometer.
Karena itu, dari 16 stasiun yang akan di bangun, 5 diantaranya berada di wilayah Kabupaten Barru. Masing-masingdi Tanete Rilau, Barru, Takalasi, Mangkoso dan Palanro.
Kelima stasiun ini telah selesai dikerjakan, jalur rel kereta apinya perlahan di tahun ini menyusul. Hingga kini, baru sekitar 54% yang selesai dikerjakan.
Jumlah Penduduk dan Ketersediaan Tanah
Kabupaten Barru adalah salah satu Kabupaten yang berada pada pesisir barat Propinsi Sulawesi Selatan.
Berjarak lebih kurang 100 km sebelah utara Kota Makassar dan 50 km sebelah selatan Kota Parepare. Garis pantai sepanjang 78 km.
Jalur Trans Sulawesi yang melintasi daerah ini adalah lintas wisata antara Kota Makassar dengan Kabupaten Tana Toraja sebagai tujuan wisata.
Juga dalam Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Parepare.
Jumlah penduduknya berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2019 sebesar 174.323 jiwa.
Luas Kabupaten Barru adalah 1.174,72 km2, terbagi dalam 7 kecamatan yaitu : Kecamatan Tanete Riaja seluas 174,29 km2, Kecamatan Tanete Rilau seluas 79,17 km2.
Kecamatan Barru seluas 199,32 km2, Kecamatan Soppeng Riaja seluas 78,90 km2, Kecamatan Mallusetasi seluas 216,58 km2,, Kecamatan Pujananting seluas 314,26 km2, dan Kecamatan Balusu seluas 112,20 km2.
Berdasarkan data itu dapat disimpulkan kepadatan rata-rata penduduk Barru sekitar 100 jiwa per kilometer persegi.
Hal ini secara tidak langsung turut mempengaruhi keberhasilan pembebasan lahan untuk proyek kereta api.
Pembebasan lahan akan berjalan dengan lancar. Selain untuk infrastrukut kereta, terdapat banyak ruang kosong yang bisa dioptimalkan untuk infrastruktur ataupun proyek-proyek lainnya.
Kabupaten Barru sangat butuh difasilitasi moda transportasi yang akan menggeliatkan perekonomian seperti kereta api.
Selama ini perekonomian di Kabupaten Barru hanya bergerak dengan supply produk perdagangan dari Kota Makassar.
Jarak tempuh relative lama (lebih 1 jam) dengan menggunakan jalur angkutan kendaraan bermotor.
Masyarakat saat ini bisa berharap, dengan moda kereta api, ke depannya jenis-jenis produk akan bisa di distribusikan dalam waktu lebih singkat (beberapa menit saja).





