Pengaruh Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api Terhadap Nilai Tanah
Hal yang menarik dari pembangunan proyek strategis nasional ini adalah harga atau nilai tanah.
Karakter property mengatakan bahwa semakin dekat lokasi obyek tanah dengan Central Building Developmen (CBD) maka nilai tanah semakin tinggi.
Stasiun kereta api yang berjumlah 5 unit di Kabupaten Barru adalah calon-calon CBD yang bisa mendongkrak nilai tanah.
Ini satu hal. Hal lain adalah faktor permintaan tanah itu sendiri dari banyak pihak.
Pihak pemerintah telah memulai melakukan pembebasan lahan. Artinya tanah-tanah di tempat-tempat yang jauh dari keramaian sudah mulai bergeliat dialihtangankan.
Kick off dari pemerintah ini menstimulasi pihak lain untuk melakukan hal serupa membebaskan lahan.
Bagi para pengembang atau developer informasi keberadaan stasiun bisa menjadi potret melakukan pembangunan perumahan di wilayah-wilayah tertentu yang prospektif.
Seorang pengembang di pulau Jawa menceritakan kepada penulis. Di tempat mereka, pernah seorang developer berani menghibahkan satu lahan luas bernilai milyaran rupiah kepada pemerintah untuk dibanguni stasiun.
Aneh! Di luar logika bisnis. Umumnya, seorang pengusaha biasanya atau selalu berusaha mencari untung dengan cara menjual property dengan nilai mahal.
Apalagi untuk pemerintah. Sebaliknya, developer ini justru memberikan lahannya secara cuma-cuma untuk stasiun.
Ternyata, setelah diselidiki, developer ini tengah membangun sebanyak 500 unit berdekatan lokasi tanahnya itu.
Dan, setelah stasiun berdiri, posisi rumahnya pun menjadi strategis dan nilai jualnya naik.
Disinilah letak keterkaitan erat antara nilai tanah dengan proyek pembangunan pemerintah.





