Editor 8 Desember 2020

 Proyek Kereta Api Membuka Akses Jalan

Dalam kurun waktu tahun 2015-2020, sebagian besar masyarakat Kabupaten Barru sangat merasakan dampak langsung maupun tidak langsung dari pembangunan proyek ini.

Dari stasiun yang direncanakan pemerintah berada di Kabupaten Barru yang berjumlah 5 unit stasiun yaitu stasiun Tanete Rilau, Barru, Takalasi, Mangkoso dan Palanro, semuanya berada diluar jalan poros Kabupaten Barru.

Hal ini memaksa pemerintah untuk membangun aksesbilitas yang memadai untuk pembangunan stasiun.

Sebagai contoh, stasiun di Desa Palanro Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru.

Stasiun ini dibangun dengan pembebasan lahan milik warga masyarakat yang letaknya tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat sebelumnya.

Dari jalan Poros Kabupaten Barru sekitar 1 kilometer yang tidak bisa diakses kendaraan roda 4 menuju calon stasiun Palanro.

Guna melancarkan proses pembangunan selanjutnya, maka pemerintah segera membuka akses jalan dan menjadikan akses tersebut mulus beraspal menuju lokasi proyek.

Desa Palanro Kecamatan Mallusetasi, kini telah memiliki akses jalan yang sangat baik sepanjang kurang lebih 1 kilometer.

Jalan yang di bangun pemerintah pada tahun 2018 ini berbahan dasar beton.

Sehingga memudahkan masyarakat dan pengunjung yang hendak mengunjungi wilayah tersebut.

Hal ini memberi efek yang luar biasa bagi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Efek yang paling dirasakan masyarakat adalah kemudahan menjangkau pasar tradisional yang baru 3 tahun dibuka.

Jika ditinjau secara fisik, stasiun Palanro di Kecamatan Mallusetasi berada tidak jauh dari  pasar sentral.

Stasiun dan pasar Palanro hanya berjarak kurang lebih 500 meter, dan bisa diakses dengan kendaraan roda empat yang melewati jalan beton yang dibangun tahun 2018 tersebut. 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*